Senin, 17 Maret 2014

cara panen



1.      Daun (folium).
Cara panen daun (folium) secara umum yaitu :
Pemanenan daun dilakukan pada saat tanaman telah tumbuh maksimal dan sudah memasuki periode matang fisiologis dan dilakukan dengan memangkas tanaman.  Pemangkasan dilakukan dengan menggunakan pisau yang bersih atau gunting stek. Pemanenan yang terlalu cepat  menyebabkan hasil produksi yang diperoleh rendah dan kandungan bahan bahan aktifnya juga rendah, seperti tanaman jati belanda dapat dipanen pada umur 1 - 1,5 tahun, jambu biji pada umur 6 - 7 bulan, cincau 3 - 4 bulan dan lidah buaya pada umur 12 - 18 bulan setelah tanam. Demikian juga dengan pe-manenan yang terlambat menyebab-kan daun mengalami penuaan (se-nescence) sehingga mutunya rendah karena bahan aktifnya sudah ter-degradasi. Pada beberapa tanaman pemanenan yang terlambat akan mempersulit proses panen. 
Contohnya  Cara Panen Daun Teh :
 
Tanaman harus sekitar tiga tahun sebelum daun dapat mulai dipanen. Daun teh termuda membuat teh terbaik, jadi ini adalah
yang memetik. Hal ini biasanya akan menjadi tiga terakhir ditambah daun tunas. Daun harus di set ke kering
selama sekitar dua jam dari matahari, dan kemudian dikukus atau panci dipanaskan untuk menghentikan oksidasi dari daun. Dalam proses ini menjaga daun teh pada panas yang cukup tinggi (500 ° Fahrenheit (260 ° Celcius )) untuk sekitar 15 menit, aduk atau kocok mereka terus menerus untuk mencegah terbakar atau gosong. Daun kemudian dapat dikeringkan, baik dalam dehidrator, atau dalam oven. Ketika mereka telah benar-benar kering, tempatkan dalam wadah kedap udara dan dimasukkan ke dalam tempat yang kering sejuk.
2.      Buah (fructus).
Cara panen buah (fructus) secara umum yaitu :
 Buah harus dipanen setelah masak fisiologis dengan cara me-metik.  Pemanenan sebelum masak fisiologis akan menghasilkan buah dengan kualitas yang rendah dan kuantitasnya berkurang.  Buah yang dipanen pada saat masih muda, seperti  buah  mengkudu, jeruk nipis, jambu biji dan buah ceplukan akan memiliki rasa yang tidak enak dan aromanya kurang sedap. Begitu pula halnya dengan pemanenan yang terlambat akan menyebabkan pe-nurunan kualitas karena akan terjadi perombakan bahan aktif yang ter-dapat di dalamnya menjadi zat lain.  Selain itu tekstur buah menjadi lembek dan buah menjadi lebih cepat busuk.
Contoh cara panen buah naga :
 
Buah Naga (Dragon Fruit) menjadi buah favorit di tanah air beberapa tahun terakhir ini. Buah yang konon aslinya dari Meksiko ini dikenal memiliki beberapa kelebihan. Selain kemampuan hidup pohon buah naga pada lahan kritis, khasiat yang terkandung pada buah naga juga dikenal mampu mengobati berbagai macam penyakit. Kandungan Buah naga yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral diyakini mampu menyembuhkan penyakit kanker, diabetes melitus, jantung, stroke dan lain sebagainya.
Pada awalnya buah naga banyak dipasarkan untuk ekspor dan kalangan tertentu di dalam negeri. Meski saat ini sudah banyak dijumpai di pasar swalayan, permintaan buah naga masih cukup tinggi.
Di Indonesia Sendiri sentra budidaya Buah Naga juga masih relatif sedikit. Salah satu sentra budidaya buah naga adalah Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Lahan pantai yang tandus di wilayah pantai Glagah Kulonprogo disulap menjadi kebun Buah naga yang sejuk. Bukan hanya sekedar sebagai kebun buah, namun juga difungsikan sebagai kawasan Agrowisata Buah Naga.
Agrowisata yang dikenal dengan nama Kusuma Wanadri ini merupakan rintisan dari Romo Paulus Tribarta Budiharjo sejak tahun 2003. Kini Agrowisata Buah Naga Kusuma Wanadri telah menjadi referensi dari investor atau orang yang ingin menekuni bisnis budidaya buah naga.
Dalam menjalankan bisnis budidaya buah naga, bisa dipanen dalam waktu enam sampai sembilan bulan. Masa panennya antara bulan Mei sampai September, dengan tingkat produktifitas buah naga setiap tiang mencapai 150- 200 kilogram per tahun.(Galeriukm).
3.      Bunga (flos).
Cara panen bunga (flos) secara umum yaitu :
Bunga digunakan dalam industri farmasi dan kosmetik dalam bentuk segar maupun kering.  Bunga yang digunakan dalam bentuk segar, pemanenan dilakukan pada saat bunga kuncup atau setelah per-tumbuhannya maksimal. Berbeda  dengan bunga yang digunakan dalam bentuk kering, pemanenan dilakukan pada saat bunga sedang mekar.  Seperti bunga piretrum, bunga yang dipanen dalam keadaan masih kuncup  menghasilkan kadar piretrin yang lebih tinggi dibandingkan dengan bunga yang sudah mekar.
Contoh cara panen bunga mawar :
 
Panen Tanaman Bunga Mawar
Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong : kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. Untuk tujuan bunga tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh.

Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi). Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari.

Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam, bersih dan steril.

Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun.

Tanaman mawar yang dipelihara secara intensif dari jenis/varietas unggul dapat menghasilkan 120.000–280.000 kuntum/hektar/tahun. Tingkat produksi ini tergantung pada varietas mawar, kesuburan tanah, jarak dan tingkat perawatan tanaman selama di kebun.

4.      Akar (radix).
Cara panen akar (radix) secara umum yaitu :
Akar dikumpulkan sewaktu proses pertumbuhannya berhenti.
Contoh cara panen akar wangi :
 

Pada pemanenan ada beberapa hal yang terkait yaitu kapan waktu panen, bagaimana cara panennya dan bagaimana produksinya.
a.  Waktu panen akar wangi tergantung pada musim. Panen terlalu dini akan merusak kondisi tanaman dan kandungan minyaknya belum maksimal. Sebaliknya bila panennya terlambat disamping menyebabkan turunnya kadar minyak akar wangi karena turunnya senyawa potensial yang dikandungnya, juga menyebabkan akar wangi layu dan mengering sehingga kandungan minyaknyapun hilang. Waktu panen yang tepat adalah pada saat akar wangi berumur 1,5-2 tahun karena pada saat tersebut kandungan minyak pada akar dalam keadaan optimal. 
b. Cara panen akar wangi dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul dengan cara sebagai berikut: cangkul sekitar tanaman akar wangi sehingga tanaman mudah dicabut. Pencabutan harus dilakukan secara hati-hati supaya akar tidak putus dan tertinggal didalam tanah. Selanjutnya akar yang baru dipanen harus dibersihkan dari tanah yang masih melekat dan dipotong dibawah bonggol akar. Daun akar wangi dapat digunakan sebagai kompos dan bonggolnya dapat dipergunakan sebagai bibit pada penanaman berikutnya. 
c. Produksi akar wangi dalam kondisi normal, untuk lahan seluas satu hektar, dapat menghasilkan sekitar 30-50 ton akar basah. Kemudian setelah dibersihkan kotorannya dan dikeringkan maka beratnya akan susut sekitar 60% sehingga tinggal 12-14 ton akar kering kotor. Akar tersebut masih harus dibersihkan lagi dan susut 10% sehingga tinggal 10,8-21,6 ton akar kering yang siap disuling.

5.      Getah.
Cara panen getah secara umum yaitu:
Getah  diperoleh dengan cara ektraksi daun atau penyadapan pohon. Pada suhu biasa, gutta-percha merupakan benda keras, sedikit sekali merentang. Namun ketika dipanaskan, material ini menjadi lunak dan dapat dikepal-kepalkan tangan untuk membentuk apapun. Jauh sebelum gutta-percha dikenal di Barat, ia biasa digunakan oleh penduduk asli untuk membuat gagang pisau, tongkat, dan keperluan lainnya.
Contoh cara panen getah damar :
 
 
Untuk mendapatkan getah damar dilakukan dengan cara melukai kulit batang sampai kambiumnya (membuat takik). Bentuk takik adalah segitiga dengan ukuran awal sisi-sisinya sekitar 3-4 cm. Damar akan keluar dari kambium yang terluka tersebut dan mengumpul dalam takik yang dibuat selama waktu yang ditentukan. Getah damar yang sudah terkumpul dalam kurun waktu satu bulan telah siap dipanen.
6.      Umbi akar (rhizoma).
 Cara panen umbi akar (rhizoma) secara umum :
Rimpang (rhizoma) dikumpulkan sewaktu proses pertumbuhannya berhenti.
Contoh cara panen curcumae rhizoma :
 
 
Panenan dilakukan apabila daun dan bagian diatas yang sudah mengering. Untuk daerah yang musim kemaraunya jelas penanamannya  dilakukan pada musim kemarau berikutnya .
Di daerah yang banyak dan merata curah hujannya  dan tidak jelas musim kemaraunya tanaman dapat dipanen  pada umur 9 bulan atau lebih. Cara panen dilakukan dengan membongkar rimpang menggunakan garpu.

 

5 komentar: